Hal Penting yang Harus Diperhatikan Sebelum Memberikan Finger Food Untuk Buah Hati

Bagi orang tua memberikan hal terbaik untuk buah hati adalah hal yang harus dan meski dipertimbangkan kebaikannya, terutama hal yang berhubungan dengan gizi anak. Seiring tumbuhnya buah hati, mereka semakin ingin melakukan banyak hal secara mandiri. Proses makan secara mandiri juga dapat membantu perkembangan motorik halus sang buah hati. Inilah salah satu alasan sebagian besar orang tua memberikan kesempatan buah hati untuk makan sendiri.

Biasanya, bayi usia delapan sampai sembilan bulan sudah siap untuk makan sendiri. Kamu dapat melatih buah hati untuk makan secara sendiri guna membantu melatih keterampilan motorik halus juga kemampuan menggigit dan mengunyah makanan. Untuk makanan awal bisa gunakan sayur-sayuran direbus maupun buah-buahan yang sudah dipotong kecil-kecil.

Finger food ialah makanan yang mudah digigit, dikunyah dan dipegang oleh si kecil. Finger food sendiri dapat digunakan untuk memperkenalkan makanan tertentu terhadap si kecil.  Akan tetapi, sebelum memberikan finger food ada baiknya memperhatikan beberapa hal penting berikut:

Waktu yang Tepat Untuk Memberikan Finger Food

Meski tidak ada patokan usia yang benar mengenai waktu yang tepat untuk memberikan finger food ini, akan tetapi ada baiknya kamu memperhatikan kesiapan si kecil. Adapun menurut UNICEF, bayi yang telah siap menerima finger food ini memiliki tanda-tanda yakni bayi sudah dapat duduk dengan stabil, sudah dapat mengkoordinasikan mata, tangan dan mulut guna melihat makanan, mengambilnya serta memasukkannya ke dalam mulutnya. Selain itu kemampuan menelan makanan dan menggenggam makanan juga berperan aktif dalam pemberian finger food ini. Usahakan agar bayi kamu dapat menahan juga memegang makanan atau benda-benda di antara jempol dan jari telunjuknya. Ingat, tetap awasi buah hati ketika sedang makan sendiri.

Jenis Makanan Untuk Finger Food

Jika kamu adalah seorang ibu yang sedang menerapkan finger food kepada buah hati maka wajib bagi kamu untuk mengetahui jenis makanan apa yang cocok. Kriteria utamanya ialah jenis makanan yang mudah diambil bayi dan mudah untuk ia kunyah. Jenis makanan seperti ini tentunya dapat memudahkan proses makan secara mandiri bagi si buah hati. Buah dan sayur menjadi pilihan yang tepat dan patut untuk dicoba. Untuk sayur, sebaiknya kamu merebusnya lebih dahulu, pastikan sayurannya sudah lunak, potong kecil-kecil. Nah untuk buah, bersihkan dahulu kulit dan biji buah, potong kecil-kecil, sesuaikan dengan genggaman si bayi dan kemampuan untuk memasukkannya ke dalam mulut.

Meminimalkan Risiko Tersedak si Kecil

Membiarkan anak makan secara mandiri memang sangat baik untuk melatih motorik halusnya. Akan tetapi, penting sekali untuk menghindari makanan yang dapat memicu tersedaknya si kecil. Baiknya kita menghindari makanan atau buah-buahan yang teksturnya keras, buah kering atau kacang. Misalnya anggur atau tomat ceri juga dapat memicu tersedaknya si kecil. Selain itu, daging atau keju juga sebaiknya dihindari karena teksturnya yang terkadang tidak cocok.

Jangan Memaksakan si Kecil

Sebagian orang tua terkadang memaksakan si kecil untuk menghabiskan makanan tertentu, hal ini tidak boleh kamu lakukan. Biasanya si kecil juga sudah dapat memilih makanan yang ia sukai atau tidak melalui rasa dan teksturnya. Ada baiknya kamu menawarkan berbagai jenis makanan finger food kepada si kecil dan biarkan si kecil memilih sendiri makanan yang disukainya.

Nah itulah tadi beberapa hal penting yang harus kamu perhatikan sebelum memberikan finger food kepada si kecil. Bagi para bunda, memberikan makanan yang tepat adalah hal yang harus dilakukan. Kesiapan si kecil juga harus menjadi pertimbangan kamu ya! Selamat mencoba dan semoga artikel ini bermanfaat!

Comments