Inilah Tahapan Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini

Salah satu kemampuan yang penting untuk dimiliki seseorang diantaranya kemampuan berkomunikasi. Dengan komunikasi Anda dapat mengekspresikan perasaan, keinginan, kebutuhan, ide pikiran dan bertukar informasi. Selain itu komunikasi juga dapat mempermudah berinteraksi dengan orang lain. 

Cara yang paling umum digunakan untuk berinteraksi adalah menggunakan bahasa. Tentunya kita dilatih menggunakan bahasa sejak usia 0 tahun. Walaupun tergolong kemampuan alamiah, namun orangtua tetap perlu memberikan pengarahan dan pengajaran kepada anak.

Perkembangan bahasa anak usia dini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti usia anak, kondisi lingkungan, kecerdasan anak, status sosial dan ekonomi keluarga, kondisi fisik serta kesehatan anak. Hal tersebut sangat mempengaruhi terhadap perkembangan bahasa anak. Contohnya lingkungan sekitar rumah anak tersebut. Anda sering mendengar banyak anak usia yang bisa berbicara kasar atau kotor karena mendengar teman-teman yang lebih tua di lingkungannya berbicara kasar.

Padahal orang tuanya tidak mengajarkannya sama sekali. Hal tersebut karena anak usia dini ialah pendengar dan peniru yang sangat handal. Orang tua mesti pandai mengondisikan agar anak tidak terbawa arus tersebut. Berikut ini beberapa tahapan perkembangan bahasa anak usia dini yang perlu Anda kenali. 

Tahap Pralinguistik

Tahapan ini dibagi menjadi 2. Pertama pada rentang usia 0 – 3 bulan. Pada tahap ini suara anak masih berasal dari tenggorok. Anak akan membuat suara yang menyenangkan dan mengulangi suara yang sama berulang-ulang. Antara bayi dengan orangtuanya atau orang-orang di sekitarnya akan terjadi komunikasi yang lebih bersifat reflektif daripada terencana. Bayi mampu mengamati dan memproduksi suara dengan cara unik walaupun belum begitu faham. Ajaklah mereka berkomunikasi dengan sederhana namun penuh ekspresi dan sentuhan kasih sayang.

Berikutnya pada rentang usia 4 – 12 bulan. Anak pada usia ini lebih banyak menggunakan bibir dan langit-langit. Anak suka berceloteh ketika sendirian dan memanfaatkan suara tanpa tangisan untuk menarik perhatian orang-orang di sekitarnya. Selain itu mereka juga suka melakukan imitasi untuk berbagai jenis bunyi atau suara. 

Pada rentang usia ini ditandai dengan pengucapan kata-kata pertama meskipun belum jelas pengucapannya. Kata-kata pertama lebih sering merujuk pada benda, orang, tempat atau kejadian di lingkungan anak. Contohnya orangtua mengajarkan kata pertama anak untuk menyebut “ma…ma” atau “pa…pa”. 

Tahap Protolinguistik

Tahap ini terletak pada usia 12 bulan – 2 tahun yang ditandai dengan anak yang sudah mulai berceloteh beberapa patah kata. Pada perkembangan bahasa anak usia dini ini kosa katanya dapat mencapai 200 – 300 kata. Pada usia tersebut anak-anak telah mampu menyusun 2 kata yang menyatakan sesuatu yang berhubungan contohnya, “mama kerja” atau “mau main”. Interaksinya akan semakin luas. Anak mulai belajar memanfaatkan bahasa dalam percakapannya.

Anak akan mulai berbicara memakai kata-kata yang tersimpan dalam memorinya. Usahakan untuk menyediakan lingkungan positif bagi anak. Seperti di mulai dari kata-kata yang Anda ucapkan kepada mereka hingga pembicaraan yang Anda lakukan dengan pasangan atau kerabat di depan anak.

Tahap Linguistik

Tahap ini terletak pada usia 2 – 6 tahun. Anak akan mulai belajar tata bahasa dan perkembangan kosa katanya mencapai 3000 kata. Pada perkembangan bahasa anak usia dini memiliki ciri awal yang paling menonjol yaitu cara bicara anak sudah mampu dipahami secara keseluruhan. Anak sudah mampu memahami tata bahasa secara sederhana yang berhubungan dengan kegiatan sehari-hari anak. Contohnya, “Aku mau main sepeda”.

Itulah beberapa penjelasan mengenai perkembangan bahasa anak usia dini. Sebagai orang tua Anda perlu mengenalinya agar lebih bisa memahami perkembangan pada anak. 

Comments