Penyebab Bayi Lahir Prematur dan Cara Mencegahnya

Kelahiran prematur kerap terjadi pada beberapa perempuan yang sedang dalam masa – masa kehamilan. Hal tersebut ternyata dapat diakibatkan oleh berbagai macam faktor penyebab yang bisa terjadi pada setiap perempuan yang sedang dalam masa kehamilan. Tumbuh kembang bayi prematur berbeda dengan bayi yang lahir normal. Bayi prematur memiliki berat dan panjang sedikit lebih kecil dibandingkan dengan bayi normal, begitu juga dengan tumbuh kembangnya yang sedikit terlambat. Akan tetapi, hal tersebut dapat dikatakan wajar karena terdapat usia koreksi antara keduanya. Untuk Anda yang ingin mengetahui penyebabnya, simak berikut pemaparan lengkapnya.

  1. Stres

Hindari stress karena stress adalah salah satu penyebab kelahiran prematur yang kerap dialami oleh sebagian wanita. Stres berat yang disebabkan oleh suatu pengalaman traumatis dapat menyebabkan pelepasan hormone yang dapat memicu kelahiran sehingga bayi yang ada dalam kandungan harus dilahirkan secara prematur. Stres yang diakibatkan oleh pekerjaan pun bisa juga menjadi salah satu penyebab bayi yang lahir prematur. Maka dari itu, kontrol selalu tingkat stress Anda khususnya pada saat kehamilan.

Penyebab Bayi Lahir Prematur dan Cara Mencegahnya

  1. Usia Ibu Hamil

Perencanaan kehamilan pun harus dipertimbangkan karena usia dapat menjadi faktor bayi yang lahir secara prematur. Usia ibu hamil yang lebih muda dari 17 tahun atau lebih tua dari 35 tahun memiliki kemungkinan yang lebih dibandingkan dengan mereka yang berusia antara 17 – 35 tahun. Untuk usia ibu hamil di atas 35 tahun bahkan memiliki tingkat risiko yang tinggi mengalami komplikasi dan akhirnya bisa menyebabkan bayi yang lahir prematur.

  1. Komplikasi Saat Kehamilan

Jagalah selalu kesehatan Anda karena komplikasi penyakit pada masa kehamilan dapat menyebabkan kelahiran prematur. Komplikasi seperti diabetes gestasional, tekanan darah tinggi dan preeclampsia dan permasalahan pada plasenta seperti plasenta previa (plasenta yang menempel pada bagian bawah Rahim) dan abruption plasenta. Beberapa hal tersebut mengharuskan bayi untuk segera dikeluarkan.

Itulah hal yang penting Anda ketahui dalam mencegah lahiran prematur pada bayi Anda, karena siklus tumbuh kembang anak prematur dan normal memiliki perbedaan.

Comments